<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167</atom:id><lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 10:38:29 +0000</lastBuildDate><title>bakunase</title><description>"blessed for all who get the  
        wisdom from my stories"</description><link>http://bakunase.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-492815972684949129</guid><pubDate>Sat, 10 Jan 2009 18:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-10T10:48:18.647-08:00</atom:updated><title>NUDUB PEZIARAH.......</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SWjtY-Gr3bI/AAAAAAAAAdw/IsWCg8GJR8w/s1600-h/DSCN4929%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289738775590329778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 220px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SWjtY-Gr3bI/AAAAAAAAAdw/IsWCg8GJR8w/s320/DSCN4929%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;kuratapi bukit bukit Hermon yang dulunya menghijau mengembun&lt;br /&gt;telapak telanjang perawan lugu membelai rerumput sejuk nan damai&lt;br /&gt;embun embun mengalirkan sejuta makna cinta meranum&lt;br /&gt;dan putri putri Sion pun bersulang&lt;br /&gt;kini telah tiada Kekasih….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Perawan perawan itu pergi berlari dalam birahi….&lt;br /&gt;meniduri kekasih kekasih mereka di atas alas mesiu&lt;br /&gt;jiwa jiwa mereka terbang tak bersayap&lt;br /&gt;meraung bersama deru angkara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;berilah aku jalan Kekasih….&lt;br /&gt;kuingin rebah di sisiMu….pada jenjang jenjang perbukitan&lt;br /&gt;agar embun-embun tak bermakna itu mengalir&lt;br /&gt;menjadi sungai abadi yang melembabkan kepalaku, hatiku dan kakiku&lt;br /&gt;bersama pucuk pucuk zaitun tua menyaksikan …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;betapa lahapnya senggama kemarahan mereka&lt;br /&gt;sang pangeran menyingkap jubah ungu dan sang putri bersari selendang keangkuhan&lt;br /&gt;mengurai rambut menarikan gelinjang tarian perang…. liaaaaar&lt;br /&gt;beranjak bergeser ke lembah Bekaa……..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;kuumpat engkau putri putri kesombongan&lt;br /&gt;kuumpat engkau pangeran pangeran durjana&lt;br /&gt;yang bertiduran liar dalam amunisi kemurkaan&lt;br /&gt;biarlah sayap sayapmu tercabik…..&lt;br /&gt;karena engkau bukan umat terpilih&lt;br /&gt;pelarian zaman yang mengembarai gurun gurun tak berujung&lt;br /&gt;biarlah tulang tulangmu berserakan di gerbang gerbang “Elok”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;kuratapi bukit bukit Hermon yang dulunya menghijau mengembun&lt;br /&gt;telapak telanjang perawan lugu membelai rerumput sejuk nan damai&lt;br /&gt;embun embun mengalirkan sejuta makna cinta meranum&lt;br /&gt;dan putri putri Sion pun bersulang&lt;br /&gt;kini…telah tiada… Kekasih&lt;br /&gt;tersesat dalam mimpi abadi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;Marieta&lt;br /&gt;(Dalam renungan konflik Israel -Palestina 2008-2009)&lt;br /&gt;&lt;a class="quickedit" title="" onclick="'return" href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=7907686528071274167&amp;amp;widgetType=Text&amp;amp;widgetId=Text24&amp;amp;action=editWidget" target="configText24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-492815972684949129?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2009/01/nudub-peziarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SWjtY-Gr3bI/AAAAAAAAAdw/IsWCg8GJR8w/s72-c/DSCN4929%5B1%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-6381379485148512649</guid><pubDate>Wed, 24 Dec 2008 10:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-24T03:11:06.142-08:00</atom:updated><title>Desember 2008</title><description>&lt;div align="justify"&gt;bumi melambat dalam tapa sunyi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;jemari berarak melandau nafas &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;berkemas hembus rinai awan awan gerimis&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;miris dalam kejaran waktu...di tepian telaga melabuh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;lalau aum serigala malam &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;menggetar, menggoncang jiwa&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;perlahan mata membuka pejam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;melurus kaki merenggang simpuh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;berdiri! hai  berdiri .......siumankanlah benakmu....siumankanlah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;bumi makin menggemuruh...dan tak dapat melamban lagi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;tergenang dalam lumpur....dan kemurkaan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-6381379485148512649?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/12/desember-2008.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3790274872047912738</guid><pubDate>Wed, 24 Dec 2008 09:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-24T02:07:48.776-08:00</atom:updated><title>Sebuah Catatan Singkat tentang NATAL dan ADMINDUK</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SVIHEf1_IKI/AAAAAAAAAdQ/d4dAhs1AiH8/s1600-h/2974a3f3bb14f4f8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283293086707818658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 120px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SVIHEf1_IKI/AAAAAAAAAdQ/d4dAhs1AiH8/s320/2974a3f3bb14f4f8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;NATAL adalah kata yang sangat erat kaitannya dengan persoalan "reproduksi" baik perempuan dan laki-laki. Kali ini terjadi pada seorang ibu muda hamil besar namun karena tuntutan politik negara untuk mengadakan pendataan kembali penduduk maka mereka harus kembali ke tanah kelahiran mereka di Nazareth, Propinsi Iudea. Semua tempat di kota sudah penuh... mereka harus berjalan dan singgah di Bethlehem, sebuah desa kecil. Di situ pun semua penginapan penuh....yang tertinggal adalah sebuah kandang. Dengan sangat terpaksa Perempuan hamil itu dan suaminya menginap. Keberadaan mereka di kandang domba ini disinyalir karena mereka adalah orang sederhana yang memiliki uang pas-pasan untuk menyewa sebuah penginapan.&lt;br /&gt;Kepekaan untuk melihat pentingnya keselamatan ibu dan anak dalam peristiwa reproduksi tampaknya sangat luntur sejak zaman dulu. Negara sebagai yang mempunyai "power" untuk memberi akses perlindungan dan kenyamanan bagi para pengungsi, ternyata hanya mementingkan apa yang disebut kewajiban negara untuk mendata adminduk tanpa melihat bahwa pendataan itu merupakan panggilan untuk memberi kenyamanan,keamanan, status dan akses kesejahteraan.&lt;br /&gt;Peristiwa kelahiran di kandang domba merupakan cerminan kekuasaan negara yang tidak memberi perlindungan bagi warganya terutama "Ibu dan Anak". Maklumlah ini hanyalah sebuah wilayah jajahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku mencoba memahami Natal yang  dialami dalam negaraku Indonesia ini  maka aku teringat akan UU ADMINDUK (lupa nomernya) di Indonesia. Mestinya UU ini  adalah sebuah  panggilan moral negara untuk memberi status dan perlindungan sipil bagi rakyatnya termasuk para ibu dan anak2......ternyata masih banyak yang merasa terancam karena dalam KTP masih ada dikotomi kolom agama resmi dan tidak resmi........mereka yang distigma sebagai agama suku,adat atau agama lokal sedang bergumul dengan status sipilnya karena terjadi diskriminasi kolom agama. Masih banyak rakyat Indonesia terutama perempuan dan anak belum mempunyai status perkawinan yang jelas karena termasuk dalam agama suku dan adat lokal yang tidak diakomodir negara, berdampak pada status anak2nya yang harus masuk sekolah. Sebagian memilih masuk ke agama-agama besar agar bisa diterima dalam masyarakat maupun akses pekerjaan.Sebuah keterpaksaan yang membungkamkan keberagamaan mereka secara tulus, jujur dan bermakna bagi kehidupan. Agama menjadi sebuah simbol formalistik yang melanggengkan kemunafikan.&lt;br /&gt;Seperti Maria dan bayi Yesus.....yang tidak mendapat perlindungan yang layak dari negara maupun masyarakat yang sadar akan apa artinya kemanusiaan....maka masih banyak rakyat Indonesia yang merasa terancam hak-hak sipil dan kependudukannya........mereka bagaikan pengungsi dan penumpang sementara di negaranya sendiri. Tuhan...Apa yang dapat kami lakukan, tolong beri kami kekuatan untuk melangkah...&lt;br /&gt;SELAMAT NATAL 25 Desember 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3790274872047912738?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/12/natal-dan-adminduk.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SVIHEf1_IKI/AAAAAAAAAdQ/d4dAhs1AiH8/s72-c/2974a3f3bb14f4f8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3869631351743340605</guid><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-10T19:44:04.544-07:00</atom:updated><title>Dialog Budaya ADAT Musi Talaud,Upacara Pengakuan Dosa, Syukuran Panen pertama</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SPANsx1-vII/AAAAAAAAAWg/3V4l7TJqEgQ/s1600-h/DSCN4592.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255715828086520962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SPANsx1-vII/AAAAAAAAAWg/3V4l7TJqEgQ/s320/DSCN4592.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari Kedua à Jumat, 29 – 08 – 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog Budaya Spiritual&lt;br /&gt;09.00 – 09.30 Acara Pembukaan&lt;br /&gt;- Ucapan Selamat datang&lt;br /&gt;- Doa : Pemimpin Organisasi Adat Musi&lt;br /&gt;- Laporan Panitia oleh : Ketua Panitia Bpl A.N Sapoh&lt;br /&gt;09.30 – 11.00 - Diskusi Sesi Pertama : - Kepala Dinas kebudayaan dan&lt;br /&gt;Pariwisata Kab. Kepulauan Talaud.&lt;br /&gt;Oleh : Bapak R. Adam&lt;br /&gt;- Kapolres Kab. Kepulauan Talaud&lt;br /&gt;Oleh : Wakapolres Grubert T.Ughude&lt;br /&gt;11.00 – 12.30 Tanya – Jawab Sesi Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.30 – 12.45 - Diskusi Sesi Kedua : - Nasum ANBTI Jakarta Oleh :&lt;br /&gt;1. Pdt E. Sahertian&lt;br /&gt;12.45 – 13.45 - Makan Siang&lt;br /&gt;13.45 – 14.00 - Kelanjutan Diskusi Nasum ANBTI Jakarta : 2. Ellen Pitoi&lt;br /&gt;14.00 – 15.30 - Tanya Jawab&lt;br /&gt;15.00 – 16.00 Penutup&lt;br /&gt;1. Ucapan Terima Kasih&lt;br /&gt;2. Doa Penutup&lt;br /&gt;3. Selesai&lt;br /&gt;Ritual Umanna Amme Wakku (Ucapan Syukur Panen Padi)&lt;br /&gt;18.00 – 19.00 - Makan Malam dengan Syarat :&lt;br /&gt;1. Semua Peserta acara berpakaian putih dan tidak boleh warna&lt;br /&gt;Merah&lt;br /&gt;2. Semua Peserta acara duduk membelakangi laut atau menyanping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kelengkapan Ritual :&lt;br /&gt;1. Padi hasil panen&lt;br /&gt;2. Lauk pauk hasil usaha sendiri.&lt;br /&gt;3. Air pancuran untuk di minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual Manattull Sala (Ritual Pertobatan / Pengampunan Salah dan Dosa)&lt;br /&gt;· Semua Masy. Adat Musi Berkumpul di tempat Ibadah termasuk anak-anak juga.&lt;br /&gt;· Acara dipimpin seorang perempuan dengan pengecekan satu per satu keluarga yang hadir dan apakah semua keluar dalam keadaan sehat-sehat. (Mamanggo Amonanna)&lt;br /&gt;· - Doa Pembukaan (Alioman Su Mawu)&lt;br /&gt;- Petuah dan Nasehat sehubungan dengan Pertobatan (Wawa’e / Tatuladda)&lt;br /&gt;· Bersama-sama mengaku salah dan dosa dihadapan Tuhan (Tatattullu Sala)&lt;br /&gt;· Doa Khusus kesembuhan (Paramisi). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3869631351743340605?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/10/hari-kedua-jumat-29-08-08-dialog-budaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SPANsx1-vII/AAAAAAAAAWg/3V4l7TJqEgQ/s72-c/DSCN4592.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3854161864338018640</guid><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-10T19:16:23.126-07:00</atom:updated><title></title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SPAMFPyCXzI/AAAAAAAAAWY/BEu8XQV_Wso/s1600-h/DSCN4619.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255714049416650546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SPAMFPyCXzI/AAAAAAAAAWY/BEu8XQV_Wso/s320/DSCN4619.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3854161864338018640?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/10/blog-post_864.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SPAMFPyCXzI/AAAAAAAAAWY/BEu8XQV_Wso/s72-c/DSCN4619.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-7873565527594925699</guid><pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-10T18:39:31.245-07:00</atom:updated><title>Rumah Doa</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYJjzf020I/AAAAAAAAAVg/XEpKO74_KRs/s1600-h/DSCN4583.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252896526098029378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYJjzf020I/AAAAAAAAAVg/XEpKO74_KRs/s320/DSCN4583.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;Pkl 15.00 - 16.30&lt;br /&gt;Doa Bersama di Bukit Duanne tempat Pewahyuan kepada Tokoh Spiritual Penghayat Kepercayaan ADAT Musi, Talaud: Bawangin Panahal&lt;br /&gt;·        Proses Ritual&lt;br /&gt;1.      Pembersihan diri (Berlimau) sebelum naik ke Bukit Duanne Masyarakat yang akan ikut ritual harus Minum air yang diambil dari mata air Pencurang yang udah di campur dengan air jeruk nipis.&lt;br /&gt;2.      Pembukaan  gerbang dan ada 2 orang penjaga langsung mempersilakan orang untuk masuk.&lt;br /&gt;3.      Gerbang puncak (2 orang) mempersilakan masuk pelataran untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·     Masuk Untuk doa Bersama à Wakil-wakil golongan agama dan penghayat kepercayaan dipersilakan masuk, di ruangan doa khusus, dan ruangan ini terpisah dengan masyarakat lain. (dibukit Duanne ada 2 bangunan tempat berdoa, 1 khusus untuk pemimpin, golongan agama, dan 1 utk warga)&lt;br /&gt;1.      Manattullu Sala (Pemimpin Penghayat diikuti warga Penghayat).&lt;br /&gt;2.      Doa bersama sesuai dengan nomor urut masing (doa bersama ini dipimpin oleh golongan agama masing-masing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·     Penutup&lt;br /&gt;1.      Ucapan Terima Kasih&lt;br /&gt;2.      Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pkl 19.00 – 21.00&lt;br /&gt;Diskusi khusus dengan masyarakat penghayat Kepercyaan Musi sekitar 26 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, memang kelihatan budaya di masyarakat Musi peran kaum perempuan  lebih berperan pada urusan domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-7873565527594925699?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/10/rumah-doa.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYJjzf020I/AAAAAAAAAVg/XEpKO74_KRs/s72-c/DSCN4583.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-2601708255176106270</guid><pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-03T04:57:07.542-07:00</atom:updated><title>Upacara Meminum Air Suci dan Mendaki ke Bukit Duane, Musi, Talaud</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYIGqI1xxI/AAAAAAAAAVY/0MGAusndj54/s1600-h/DSCN4582.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252894925857867538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYIGqI1xxI/AAAAAAAAAVY/0MGAusndj54/s320/DSCN4582.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-2601708255176106270?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/10/upacara-meminum-air-suci-dan-mendaki-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYIGqI1xxI/AAAAAAAAAVY/0MGAusndj54/s72-c/DSCN4582.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-4254847439729908633</guid><pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-03T04:33:39.513-07:00</atom:updated><title></title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYC0ngez1I/AAAAAAAAAU4/Se7LLAuOBkA/s1600-h/DSCN4575.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252889118355935058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYC0ngez1I/AAAAAAAAAU4/Se7LLAuOBkA/s320/DSCN4575.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-4254847439729908633?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/10/blog-post_03.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYC0ngez1I/AAAAAAAAAU4/Se7LLAuOBkA/s72-c/DSCN4575.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3565754690880275160</guid><pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-03T04:29:52.758-07:00</atom:updated><title></title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYCIHXfZVI/AAAAAAAAAUw/FQAUHE5WrT8/s1600-h/DSCN4574.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252888353814046034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYCIHXfZVI/AAAAAAAAAUw/FQAUHE5WrT8/s320/DSCN4574.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3565754690880275160?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/10/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SOYCIHXfZVI/AAAAAAAAAUw/FQAUHE5WrT8/s72-c/DSCN4574.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-2975436763431844853</guid><pubDate>Mon, 18 Aug 2008 02:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-17T20:50:24.337-07:00</atom:updated><title>MEEERDEEKAAA !???!!</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SKjqeoN3rJI/AAAAAAAAAT4/BZ60kq9-dss/s1600-h/Gustavo_gutierrez%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235692378730769554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SKjqeoN3rJI/AAAAAAAAAT4/BZ60kq9-dss/s320/Gustavo_gutierrez%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Photo of Pastor Gustavo Gutierres (google search), a Brazillian Liberation Theologian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merdeka adalah sebuah kata pendek....istilah yang dimelayukan dari kata Sansekerta Mahardikha yang artinya bebas dari penindasan. Hari ini tanggal 17 Agustus, HUT kemerdekaan bangsaku Indonesia, dan karena kebetulan hari Minggu maka pasti khotbah-khotbah menyitir tentang kemerdekaan Indonesia. Aku senang atas tulisan Rikhard Bangun tentang neo-sosialisme yang lebih pragmatis di Amerika Latin di Kompas tanngal 16 Agustus, terutama ketika mereka mengikuti Pastor Fernando Lugo yang SVD yang notabene adalah presiden Paraguay mulai berfungsi sebagai presiden. Peranan teologi pembebasan yang menjadi hasil pergumulan para pastor seperti Paul Freire, Gustavo Gutierrez, Oscar Romero termasuk Fernando Lugo yang telah lama menjadi konsumsi penelaahan teologis di STT Jakarta dulu kini mulai kembali terngiang di otakku. Teologi ini dimulai dari pengembaraan pergumuln bersama kaum miskin yang diperdaya kekuasaan untuk melegitimasi kesucian kaum elit dan kaya dalam masa-masa perang dunia II, era perang dingin dan neoliberalisme, lalu kaum buruh,tani dan pekerja harian kasar (baik domestik maupun migrant) yang dimanfaatkan sebagai mesin kapitalis. Pengembaraan itu lalu melahirkan hipotesis yang masuk ke wacana-wacana pelayanan community development dan politik.....kini memasuki sisi pragmatis: action for the needy and or the poor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memanfaatkan fenomena baru Amerika Latin sebagai kacamata untuk menyorot kemerdekaan Indonesia... sangat jelas bahaya yang terjadi di negara kita tinggal selangkah lagi ketika kekuatan kaum demokratik terpecah, kenbanyakan kekanak-kanakan, malah ada yang korup....maka kekuatan luar yang berpusat pada para pemodal dan investor serta penguasa pasar global akan menjerat kita habis-habisan. Dan ini merupakan sebuah penjajahan baru bagi Indonesia setelah mengalami penjajahan secara politis kini bergeser menjadi penjajahan ekonomi yang dampaknya luarbiasa bagi kondisi sosio-spiritual. Rasanya hampir semua orang telah kehilangan spirit kemerdekaan karena penjajahan itu sudah merasuk hingga cara berpikir, dan cara berperilaku. Ruang-ruang berpikir kita telah dibajak habis oleh cara berpikir kapitalis ketika orang mulai berhitung untung rugi dalam relasi kemanusiaan, orang mulai melihat lebih banyak terhadap diri sendiri bagaimana memanjakan dan menikmati diri sendiri sementara sesamanya yang mungkin tetangganya atau mungkin kampung sebelahnya sengsara minta ampun;orang yang memanfaatkan proyek kemanusiaan untuk keuntungan diri sendiri lalu komitmen dan belas kasihannya menjadi singkat,sesingkat proyek-proyek itu sendiri; orang yang melihat Tuhan adalah untuk dirinya sendiri lalu doa-doanya menjadi sangat asketik dan konsumtif....hanya minta berkat untuk diri sendiri.......dan yang lebih aneh lagi adalah cara kita memandang sejarah penjajahan Indonesia yang sangat ditentukan oleh rentang waktu...bukan bengisnya penjajahan itu sendiri. Sepertinya orang lebih teringat penjajahan Belanda yang sangat lama ketiban menyebutkan bahwa Indonesia merdeka dari Penjajahan Jepang. Mungkin teman-teman akan tidak setuju bila aku mengatakan bahwa dalam zaman penderitaan bangsa yang terpuruk ini mereka yang seperti itu bagiku tidak punya perasaan kemanusiaan atau baal kemanusiaan dan kehilangan nalar historis, bahkan telah menghianati kemerdekaan itu sendiri....dan mereka kembali terpenjara dan dijajah dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kali ini kemerdekaan Indonesia yang ke 63 tahun aku merenung seperti ini:&lt;br /&gt;Aku berdoa kepada Tuhan agar hidupku dipelihara dalam bangsa ini dan bebas dari mara bahaya, namun yang diberikanNya adalah sejarah hitam statusku sebagai bangsa Indonesia yang dijajah Belanda, Inggris,Jepang...dan penjajah-penjajah lainnya. Aku berdoa kepada Tuhan agar kemerdekaanku menjadi abadi dan suci, ternyata Ia memberikan Soekarno yang poligamis, Soeharto yang represif, Habibi yang "nation converted",Gus Dur yang gampang terhianati, Megawati yang aportunis,SBY yang peragu.......dan ndak tahu siapa lagi. Lalu aku kini berhenti berdoa......dan mempersilahkan TUHAN YG BERTINDAK.......meskipun itu suatu kehancuran.....kita harus terima dengan lapang dada. Sama seperti riwayat para budak Ibrani setelah lepas dari Perbudakan di Mesir lalu exodus dan mendirikan sebuah negara. Tingginya ketidak adilan sosial yang mendera negara yang gamang statusnya apakah mau bersifat theokratik atau demokratik itu, akhirnya menyebabkan mereka kembali dibuang dan dijajah yang diyakini sebagai penderitaan "padang gurun" jilid II dan diyakini sebagai tindakan pemurnian TUHAN YG BERTINDAK LANGSUNG.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sambil keluar rumah aku melihat jalan depan rumah sepi....dan hiasan bekas gelas plastik yang dicat warna merah dan putih,umbul-umbul serta bendera terlihat meriah......lalu mbak Ning dan mas Edy, sebuah keluarga yang adalah tetangga paling dekat tetap buka warung.....agar tetap hidup terlihat biasa biasa saja, kalam dan ndak heboh. Inilah kemerdekaan yang pragmatis yakni berusaha "TETAP HIDUP" dan tidak mau dijajah oleh euforia formalitas perayaan yang sering menghamburkan dana sia-sia demi sebuah prestise bangsa. Mungkin suatu kali bangsa Indonesia harus "time out" atau jeda perayaan perayaan itu, dan uang seremonial itu dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak tingkat pendapatan rakyat miskin dan terpencil. Kita baru buat perayaan apabila rakyat-rakyat itu mulai meningkat kehidupannya.....ini pragmatis saja. Tapi pasti banyak yg bilang gue ini naif dan idealis, karena tiap tahun rakyat butuh sublimasi penderitaan...dan sublimasi ala Indonesia itu adalah "perayaan-perayaan" formalitas itu....meerdeekaaa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-2975436763431844853?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/08/meeerdeekaaa.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SKjqeoN3rJI/AAAAAAAAAT4/BZ60kq9-dss/s72-c/Gustavo_gutierrez%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-8060738829919438268</guid><pubDate>Sun, 03 Aug 2008 06:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:41.521-08:00</atom:updated><title>Workshop Membuat Film Dokumenter bagi Staf ANBTI</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SJVZOfks-pI/AAAAAAAAARo/IAxzOn1vIFI/s1600-h/DSCN4330.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230184647789181586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SJVZOfks-pI/AAAAAAAAARo/IAxzOn1vIFI/s320/DSCN4330.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan misi ingin total terlibat dalam dokumentasi budaya melalui media visual seperti Film setelah workshop di Jogya bulan lalu, maka ANBTI membuat workshop khusus bagi staf ANBTI dengan narrasumber bung Zamzam dari Yogya, meskipun hanya sekitar kantor ANBTI namun cukup heboh sewaktu harus melatih bagaimana memegang kamera dan pengambilan gambar dengan seting indoor di kantor........bergabung bersama kelompok ini dari streering committee seperti aku sendiri dan Iswanti.......sekaligus konsildasi pertemuan di Palu yg nampaknya akan mengalami penundaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-8060738829919438268?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/08/workshop-bagi-membuat-film-dokumenter.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SJVZOfks-pI/AAAAAAAAARo/IAxzOn1vIFI/s72-c/DSCN4330.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-6091502807407796590</guid><pubDate>Sat, 26 Jul 2008 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:41.643-08:00</atom:updated><title>Bersama Para Perempuan Perkasa di Kupang, NTT</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SJVUySV16UI/AAAAAAAAARY/VQpqWfJfvGc/s1600-h/DSCN4260.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230179765154343234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SJVUySV16UI/AAAAAAAAARY/VQpqWfJfvGc/s320/DSCN4260.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pertemuan Raya Jaringan Perempuan dan Politik bagi Perempuan NTT Calon legislatif 2009 di Kupang mengusung beberapa isu strategik tentang bagaimana mengisi quota 30% secara strategik dan berkualitas.Keynote Speaker adalah GKR Hemas dari DPD di dampingi Nia Syarifudin yang dalam hal ini mewakili kelompok pemantau independen keterwakilan perempuan dalam politik, juga saya yang bersama mereka memanfaatkan kehadiran di Kupang untuk konsolidasi jaringan ANBTI untuk pertemuan regional ANBTI di Kupang nanti. Pertemuan yang berlangsung dari tanggal 24-25 Juli itu cukup membuktikan bahwa perempuan NTT kuat dalam jaringan untuk peningkatan peran dalam politik,sosial dan budaya baik pada tingkat desa, kecamatan, maupun propinsi pada berbagai sektor khususnya eksekutif maupun legislatif.Secara cepat dan pasti konsolidasi kekuatan perempuan pada berbagai lini ini mulai digalang dalam memasuki pentas politik 2009 nanti. Dalam koordinasi persiapan acara terasa bahwa peranan Biro Pemberdayaan Perempuan Pemprov.NTT benar-benar berfungsi sebagai katalisator yang menggerakan jaringan dari berbagai sektor. Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 50 orang perempuan yang mewakili berbagai sektor seperti beberapa partai, pendidikan, dan pelayanan masyarakat baik di tingkat kecamatan dan kabupaten ini menjadi berharga ketika berhasil membangkitkan motivasi positif keterlibatan perempuan dalam politik di bumi FLOBAMORA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan NTT dan Partai Politik??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang pentas politik 2009 maka tentunya kita perlu menoleh lebih dalam mesin-mesin politik yang berpusat pada partai partai yang tumbuh menjamur. Itu berarti perempuan mempunyai peluang untuk mengisi komposisi yang diwajibkan kepada setiap partai. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para perempuan NTT adalah ketika pada level propinsi dan nasional selalu bergumul mencapai quota. Sistem kampanye dan pendanaan yang belum berpihak pada perempuan membuat mereka banyak terjegal oleh strategi partai yang "male-oriented". Pernyataan yang selalu menjadi alasan adalah banyak perempuan yang bisa dicalonkan tetapi masih sedikit yang punya kompotensi. Bahkan masih cukup banyak perempuan yang masih merasa kurang percaya diri untuk terjun secara total padahal mereka mempunyai kompotensi yang unggul.&lt;br /&gt;Maka, pertemuan raya ini menjadi penting untuk bersama membangun kekuatan untuk saling membagi spirit. Mereka belajar mengelola kekuatan dan mereduksi persaingan yang kontraproduktif.&lt;br /&gt;Gerakan yang dimotori oleh para perempuan di sektor eksekutif dan pendidikan ini membawa pembaruan konsep tentang peran dan posisi perempuan dalam politik yang dulunya sangat ditabukan. Peluang yang ada adalah mengisi komposisi partai-partai potensial pada level kabupaten dan propinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi pada 2 Pemilu 2009 dan 2014&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkukuh peluang dan peran maka diperlukan fokus yang terarah agar konsentrasi sumber daya dapat diarahkan. Oleh karena itu kami mengusulkan agar jaringan ini mengarahkan diri pada 2 pemilu ke depan dengan langkah pertama pada pemilu 2009 nanti.Metode kampanye yang diusulkan adalah kampanye kualitatif dengan megnutamakan pengembangan jaringan strategis bersama kelompok perempuan pada sektor pelayanan publik, kerja sama perempuan antar partai dalam kampanye kemanusiaan dan pengembangan masyarakat serta mengangkat isu-isu ekosob yang akrab dengan kehidupan keseharian masyarakat basis.&lt;br /&gt;Untuk itu data base sangat penting baik SDM, peta permasalahan masyarakat dan akses sumberdaya materil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya pemahaman isu Perempuan dan Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami berbagai UU,peraturan dan kebijakan baik politik dan sosial yang ada kaitannya dengan peran dan posisi perempuan amatlah penting bagi mereka yang ingin terjun dalam arena PEMILU 2009.Sekaligus keterampilan untuk komunikasi dan informasi serta mediasi sumber daya menjadi kebutuhan mendesak. Tentunya memerlukan serangkaian pelatihan yang bisa diakomodir oleh Pemprov NTT. Nia akan kembali dengan program pelatihan intensif bagi para perempuan NTT untuk keterwakilan dalam legislatif 2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana peranan ANBTI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka konsolidasi region Papua,NTT,NTB dan Bali di Kupang maka Jaringan Perempuan dan Politik NTT yang dimotori oleh para perempuan perkasa asal suku Rote,Sabu,Flores,Alor dan Sumba serta pulau-pulau lainnya ini merupakan komponen fundamental dalam menghimpun sumber daya perekat kebinekaan Indonesia nanti. Dalam konteks ini kehadiran GKR Hemas,Nia dan saya sebagai para penggiat ANBTI melobby dan memediasi konsep dan acara yang akan diadakan sekitar Oktober atau November nanti terasa bermakna. Surat sudah kami layangkan,lobby informal bersama Gubernur dan wakil sudah mulai dikembangkan maka peranan jaringan perempuan NTT dan keikutsertaan dalam pemantapan langkah-langkah konsolidasi regional nanti merupakan langkah penting dan strategik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-6091502807407796590?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/bersama-para-perempuan-perkasa-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SJVUySV16UI/AAAAAAAAARY/VQpqWfJfvGc/s72-c/DSCN4260.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-8407833232296105993</guid><pubDate>Mon, 14 Jul 2008 12:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:41.755-08:00</atom:updated><title>Memoria Passionis Papua</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHtF-UF2zNI/AAAAAAAAANs/w7-UXQCQvUo/s1600-h/DSCN4161.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222845129713700050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHtF-UF2zNI/AAAAAAAAANs/w7-UXQCQvUo/s320/DSCN4161.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;asesories ini bukan sekedar asesories yang menonjolkan eksotisme sebuah masyarakat adat, tapi melalui karakter2 dalam untaian manik-manik ini masyarakat Papua mengekspresikan nurani mereka untuk melepaskan diri dari sejarah panjang penderitaan mereka di bumi mereka yang kaya akan sumber daya alam. Istilah yang selalu digunagkan oleh gerakan solidaritas  adalah"memoria passionis" atau ingatan kolektif tentang penderitaan masif. Aseseories yang selalu menjadi aksen kehidupan keseharian mereka kini dilarang karena ada karakter "bintang kejora" yang oleh negara diasosiasikan sebagai simbol separatisme....maka perpu No.77/2007 tentang pelarangan untuk mempublikasikan semua lambang dan karakter separatisme menjadi kontroversi yang membingungkan masyarakat adat di Papua karena dalam UU no.21/2001 tentang Otonomi khusus Papua, semua itu dimungkinkan sebagai jati diri masyarakat Papua melalui lambang kultural mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-8407833232296105993?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/memoria-passionis-papua.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHtF-UF2zNI/AAAAAAAAANs/w7-UXQCQvUo/s72-c/DSCN4161.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-2728254642194698236</guid><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 18:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:41.906-08:00</atom:updated><title>Dari Kalinaun ke Tomohon</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHj_ZuaBseI/AAAAAAAAANU/2KNOykz2VYA/s1600-h/DSCN4019.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222204585355096546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHj_ZuaBseI/AAAAAAAAANU/2KNOykz2VYA/s320/DSCN4019.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2 Hari bersama Nia dan Ellen mewakili ANBTI ke Manado. Kepergian kami dalam rangka konsolidasi ANBTI untuk pertemuan regional di Palu dan Kupang. Kali ini bersama Kanjeng Ratu Hemas yang kebetulan menyertai Sultan menghadiri pertemuan Masyarakat Katolik se Indonesia Timur, yang sayangnya pemberitaannnya miring seolah-olah Sultan mendukung salah satu Partai karena kelompok Laksamana Sukardi dan Sukowaluyo juga hadir.&lt;br /&gt;Kembali kami mengunjungi masyarakat Kalinaun yang masih berjuang untuk pembukaan Tambang emas di Likupang yang berbahaya itu karena pembuangan tailing beracun justru didarat yakni akan dibuat danau penampung. Mengacu kepada kasus Buyat maka masyarakat lebih smart yakni berjuang melalui struktur yakni pemilihan kepala desa. Tampaknya calon kepala desa pilihan rakyat akan memenangkan pertarungan ini mengingat PT MSM sudah kewalahan mengeluarkan uang yang banyak namun belum berhasil. Yang lebih menakjubkan lagi calon kepala desa yang diusulkan ada perempua....kami berharap bahwa jumlah voters terbanyak perempuan itu akan mendukungnya.&lt;br /&gt;Kali ini ikut bersama rombongan adalah Kanjeng Ratu Hemas yang dalam kapasitas sebagai anggota DPD mencatat dengan cermat semua dialog dan keluhan masyarakat.&lt;br /&gt;Dari Kalinaun kami ke Tomohon bertemu dengan Masyarakat Minahasa yang terdiri dari 9 suku utama. Pertemuan ini tanpa diduga dihadiri juga oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, sehingga lengkaplah kebahagiaan masyarakat Minahasa itu. Maka konsolidasi pertemuan regional ini sangat berharga bagi kami di mana juga bertemu dengan Romo Maxi dari Timor, sekaligus membicarakan untuk lobby di Kupang..... oke...kehadiran yang 2 hari di Manado ini sangat berharga bagi konsolidasi kami........semoga Tuhan berkenan atas upaya kami merajut kembali persatuan Indonesia........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-2728254642194698236?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/dari-kalinaun-ke-tomohon.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHj_ZuaBseI/AAAAAAAAANU/2KNOykz2VYA/s72-c/DSCN4019.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3561462525769741454</guid><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 17:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:42.116-08:00</atom:updated><title>Tifa Totobuang dalam Liturgi Gereja</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjn_NeAQ-I/AAAAAAAAANM/ljWxyvhR5BY/s1600-h/DSCN2340.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222178841069372386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjn_NeAQ-I/AAAAAAAAANM/ljWxyvhR5BY/s320/DSCN2340.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;dalam upacara penutupan Musyawarah Pelayanan  Gereja Protestan Indonesia di Papua, ada kelompok musik yang didatangkan dari Ambon.Mereka memainkan alat musik tradisional Tifa dan Totobuang...seperangkat musik dari Maluku yang dimainkan pada setiap upacara adat Maluku. Menandai adanya pertemuan adat Maluku dan Papua ketika sejumlah guru injil asal maluku di kirim ke Papua untuk menginjil melalui pendidikan dan peribadahan.Ini sudah pemandangan biasa dalam pertemuan injil dan budaya masyarakat setempat, tapi bagi saya ada yang istimewa....bahwa sekali lagi budaya dan keadatan dimanfaatkan untuk menjadi penawar resistensi  demi meredam gejolak dan konflik.....dan ini yang luar biasa..... sayang sekali tidak ada satu pun unsur budaya Papua diangkat........sekali lagi telah terjadi pemanfaatan secara tidak proporsional oleh agama......dan mengecilkan spiritualitas budaya lain......ini tantangan bagi Indonesia Timur untuk dialog dan konsolidasi adat....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3561462525769741454?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/tifa-totobuang-dalam-liturgi-gereja.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjn_NeAQ-I/AAAAAAAAANM/ljWxyvhR5BY/s72-c/DSCN2340.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3454844883243627943</guid><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 17:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:42.277-08:00</atom:updated><title>Tarian Tanimbar  dalam Upacara Pembukaan Musabaqah Tillawatilqur'an se Papua barat</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjlP3KkroI/AAAAAAAAANE/_B8H2dJkLYs/s1600-h/DSCN3246.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222175828605185666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjlP3KkroI/AAAAAAAAANE/_B8H2dJkLYs/s320/DSCN3246.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;para perempuan asal Tanimbar sedang berlatih menari untuk upacara pembukaan Musabaqah Tilawatilqur'an di Fakfak,Papua Barat. Simpul pertemuan budaya pendatang dan agama keluarga di bumi Papua.....sayangnya ini  merupakan seremonial formal agar tidak terjadi gejolak...bukan suatu ritual kebersamaan yang membuktikan egaliternya sebuah dialog budaya melalui ekspresi seni.....namun inilah modul perdamaian ala Indonesia Timur.......adat dan ekspresi budaya komunitas adat merupakan beranda pertemuan agama-agama ......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3454844883243627943?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/tarian-tanimbar-dalam-upacara-pembukaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjlP3KkroI/AAAAAAAAANE/_B8H2dJkLYs/s72-c/DSCN3246.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-2827504424677911832</guid><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 16:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:42.437-08:00</atom:updated><title>Pertemuan masyarakat adat bersama ANBTI di Cigugur Kuningan pada januari 2008</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjjQdv9bxI/AAAAAAAAAM8/-lTX57tHpnM/s1600-h/DSCN2153.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222173639939288850" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjjQdv9bxI/AAAAAAAAAM8/-lTX57tHpnM/s320/DSCN2153.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;globalisasi kapitalistik yang berpusat pada pasar dan uang telah memberangus segala kearifan lokal keadatan yang merupakan format dasar dari cara hidup bersama di Indonesia. Banyak konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama demi sebuah upaya puritanisme semu namun cenderung facis....maka kini komunitas adat mesti bangkit......dan inilah Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-2827504424677911832?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/pertemuan-masyarakat-adat-bersama-anbti.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHjjQdv9bxI/AAAAAAAAAM8/-lTX57tHpnM/s72-c/DSCN2153.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-1531096539215272376</guid><pubDate>Fri, 11 Jul 2008 03:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:42.707-08:00</atom:updated><title>Masyarakat Adat dan RUU Pornografi</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHbPEwMbUZI/AAAAAAAAAMs/nQ-C1bpEF_g/s1600-h/DSCN4077.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221588498546119058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHbPEwMbUZI/AAAAAAAAAMs/nQ-C1bpEF_g/s320/DSCN4077.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ANBTI mengundang para kaum muda masyarakat adat seluruh Indonesia untuk workshop dokumentasi budaya melalui film. Kali ini diberikan kesempatan bagi orang-orang adat untuk mendokumentasikan kearifan budaya mereka tanpa interfensi logika modrnisasi yang selalu mengekspose exotisme.Sebelumnya kami beramai-ramai mendatangi DPR untuk mempersoalkan RUU Pornografi yang oleh sebagian aktivis sudah jenuh mengawalnya karena berbagai isue krusial di negara ini yang melelahkan. Hal ini terlihat pada koordinasi dan pelaksanaan dialog publik di LBH Jakarta. Aku tiba-tiba diminta menjadi moderator karena moderator yang sudah diundang tidak jadi datang. Yah nggak apa-apa namun inilah Indonesia.Para aktivis selalu kelelahan dan sering ndak punya tenaga lagi melawan arogansi negara lalu memilih diam, ada yang cari selamat agar tidak terintimidir, atau berpindah isu yang lebih friendly, tanpaknya Monas-phobic melanda mereka.Dari Jakarta kami ke Yogyakarta selama 5 hari. Lumayan bahwa kini era kebangkitan masyarakat Adat yang mungkin membutuhkan buster kuat untuk menonjolkan mereka dan kerja besar karena pasti masih ada masalah dengan persoalan keadilan jender. Aku memberi semangat kepada mereka bahwa yang di sebut Indonesia itu ada di hutan dan tanah kita, di gunung kita ada di laut kita ada di udara kita ada di rumah kita yang berbeda-beda dengan berbagai filosofi dan kearifan lokal lalu membentuk sebuah doktrin nasionalisme Indonesia yakni Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika......bukan yang ada di Jakarta saja......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-1531096539215272376?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/07/masyarakat-adat-dan-ruu-pornografi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SHbPEwMbUZI/AAAAAAAAAMs/nQ-C1bpEF_g/s72-c/DSCN4077.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3667644043430046152</guid><pubDate>Tue, 03 Jun 2008 00:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:42.855-08:00</atom:updated><title>PANCASILA YG MENCAKSILAT</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SESwwKGb1wI/AAAAAAAAAMc/JdjOcQw57k0/s1600-h/munarman1%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207481410538690306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SESwwKGb1wI/AAAAAAAAAMc/JdjOcQw57k0/s320/munarman1%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Memperingati Hari Lahirnya PANCASILA, 1 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PANCASILA merupakan roh nasionalisme bangsa Indonesia, kini mengalami goncangan. Tampaknya banyak orang ingin lari dari persoalan pembangunan bangsa yang berhadapan muka dengan tantangan globalisasi yang serba materialistik,kapitalistik dan persaingan pasar yang sangat tinggi. Mereka yang masih tertinggal jauh kini menggunakan nalar keagamaan sempit yang menghimpit diri mereka untuk cepat-cepat meraih "sorga" yang selama ini diiming-iming melalui fanatisme keimanan yang sangat utopis. Bila sudah demikian maka segala macam cara ditempuh termasuk penafsiran palsu atas hidup beragama yang menghalalkan kekerasan sebagai alat penekan. Inilah kepalsuan kemanusiaan yang menjadi akar dari pertikaian di bawah bendera PANCASILA. Kambing hitam terbesar adalah Ahmadiah dan aliran-aliran yang disebut sesat. Kemarahan dan kekerasan yang ditunjukan untuk membela agama ternyata bukan membuktikan bahwa mereka mampu mengajar orang lain untuk taat, tapi sebaliknya membuktikan rasa frustrasi mereka atas ketidakmampuan membawa umat ke jalan yang benar serta ketidak mampuan menafsirkan ajaran ke dalam konteks yang pluralistik. Herannya secara Internasional belum ada suatu larangan kepada aliran ini tapi di Indonesia justru sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mempertahankan dan membela agama memang hak semua orang tapi apabila dilakukan dengan jalan yang primitif yakni kekerasan, maka mereka menyesatkan agama itu sendiri. Agama yang tadinya untuk memuliakan Tuhan dan memberi makna kepada kehidupan duniawi yang beradab kini mengalami erosi kemanusiaan. Manusia-manusia yang demikian itu kini ibarat sedang mencak silat atas Pancasila dan agamanya sendiri. Maka agama itu telah membiadabkan manusia dan nama Tuhan yang diteriakkan menjadi adagium kebiadaban dalam peradaban manusia saat ini. Agama sebagai salah satu dalam lafal Pancasila justru membuat bangsa Indonesia sangat primitif jika cara-cara kekerasan diberlakukan. Jangan-jangan mereka yang melakukan pemukulan terhadap kelompok AKKBB itu sangat menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah jalan sesat, tapi karena sudah terlanjur menjadi pahlawan maka terpaksa mereka menekan dan menghipnotis diri dengan kebenaran dan fanatisme semu yang mematikan iman mereka sendiri........karena mereka akan mudah dimanfaatkan untuk tujuan pengrusakan ....... maka sorga yang diidamkan semakin jauh dan tidak terjangkau sebaliknya mereka sedang membangun jalan-jalan menuju neraka....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3667644043430046152?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/06/pancasila-yg-mencaksilat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SESwwKGb1wI/AAAAAAAAAMc/JdjOcQw57k0/s72-c/munarman1%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-3835502356154410063</guid><pubDate>Sun, 11 May 2008 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:43.017-08:00</atom:updated><title>PENTAKOSTA dan Nasionalisme Indonesia</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SCZn-f52OpI/AAAAAAAAAMU/mBn3IGbBW9k/s1600-h/imagesCAKCZN8S.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198957143259495058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SCZn-f52OpI/AAAAAAAAAMU/mBn3IGbBW9k/s320/imagesCAKCZN8S.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SCZnrv52OoI/AAAAAAAAAMM/ADHMZi6nPfQ/s1600-h/imagesCAKCZN8S.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Minggu tanggal 11 Mei adalah hari PENTAKOSTA Kristiani. Hari turunnya ROH KUDUS atau disebut PENGHIBUR atas para Rasul yang dikomandoi Petrus di Yerusalem. Perayaan ini kemudian diasilmilasikan dengan Perayaan Pentakosta Yahudi yang ikonnya adalah Pondok Daun, hari pengucapan syukur atas hasil panen yang telah diterima dari YAHVEH.&lt;br /&gt;Makna kristiani yang menonjol dari hari Raya ini adalah lahirlah apa yang disebut sebagai panggilan untuk memberitakan "KABAR BAIK" atau Injil dalam konteks dan bahasa masing-masing daerah dan wilayah agar dapat dimengerti. Jadi kekristenan tidak mengsakralkan bahasa Ibrani dan Yunani tapi menembus semua bahasa dan kultur manusia.Pada saat itu tiba-tiba Rasul Petrus dapat mengucapkan refleksi imannya dalam berbagai bahasa dari orang-orang diaspora yang hadir di Yerusalem antara lain bahasa Madia dan Parsia. Cirikhas yang utama dari makna Pentakosta adalah transformasi "KABAR BAIK" ke dalam konteks kehidupan keseharian dan setempat di mana dan ke mana dia berada.&lt;br /&gt;KABAR BAIK itu selalu berisi etika kemanusiaan, keadilan, pendamaian, pembelaan, perawatan dan penyembuhan yang kita sebut sebagai SHALOM atau SALAM dan dalam aplikasi praksis disebut KASIH.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita di Indonesia. Kebetulan Bulan Mei ini penuh dengan semangat nasionalisme Indonesia yakni Hardiknas dan Hari Kebangkitan Nasional. "KABAR BAIK" yang muatan aksinya adalah KEMANUSIAAN,KEADILAN,PENDAMAIAN,PEMBELAAN,PERAWATAN,serta PENYEMBUHAN itu masihkah relefan dengan konteks bahasa dan kultur keindonesiaan kita. Artinya apakah bersentuhan dengan nasionalisme Indonesia??? Ataukah ia menjadi sebuah benda asing yang disekap dalam menara-menara gading gereja?&lt;br /&gt;Saat ini Indonesia dalam keadaan terpuruk di mana salah satu akar pahit yang telah meracuni kehidupan berbangsa adalah EROSI KEBANGSAAN ketika agama dibenturkan dengan budaya lalu cenderung dikotak-kotakan dalam kotak ritual dan ajarannya yang ekslusifistik.Kemiskinan, akibat salah mengelola sumber daya juga disebabkan karena semangat nepotisme dan primordialisme yang mulai menajam dan agama mempunyai kontribusi penting dalam proses ini. Padahal untuk bangkit menghadapi keterpurukan bangsa ini membutuhkan fondasi nasionalisme yang kuat, bahwa rasa memiliki bangsa ini dan kesadaran persaudaraan untuk bangkit bersama menata rumah bangsa kita sangat di butuhkan.&lt;br /&gt;Dapatkah semangat pentakosta yang isinya adalah berita kemanusiaan,keadilan,pendamaian, perawatan dan penyembuhan......bisa menembus batas ekslusifitas berbangsa dan bernegara???? kita membutuhkan obat yang disebut NASIONALISME INDONESIA yang berdiri atas semangat sama saudara, sama rasa, sama memiliki meskipun kita tidak seragam dalam cara hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;Selamat Hari PENTAKOSTA bagi teman-teman Kristiani, dan selamat menyongsong Kebangkitan Nasional 20 Mei mendatang bagi semua&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-3835502356154410063?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/05/pentakosta-dan-nasionalisme-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/SCZn-f52OpI/AAAAAAAAAMU/mBn3IGbBW9k/s72-c/imagesCAKCZN8S.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-5202232009767126335</guid><pubDate>Tue, 25 Mar 2008 18:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-25T11:58:39.634-07:00</atom:updated><title>Bila Perpu Papua Barat Diterbitkan</title><description>SUARA PEMBARUAN DAILY&lt;br /&gt;Oleh:Neles Tebay &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Pusat di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengumumkan akan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mewadahi keberadaan Provinsi Papua Barat dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua). Dengan menerbitkan Perppu sebagai payung hukum maka status hukum yang menjadi persoalan selama ini dianggap tuntas dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman tentang rencana penerbitan Perppu disampaikan Presiden Yudhoyono, Selasa (4/3/08), setelah menerima Gubernur dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua dan Papua Barat, serta Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP). Pengumuman ini mengandaikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan MRP, yang selama ini menolak pemaksaan Pemerintah Pusat dalam pembentukan Provinsi Papua Barat karena tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam UU Otsus Papua, kini telah menyetujui keberadaan provinsi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak membahas tentang mengapa DPRP dan MRP mengubah sikapnya terhadap Pemerintah Pusat, tetapi menggambarkan sejumlah konsekuensi yang akan muncul setelah penerbitan Perppu tentang Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari bahwa Perppu Provinsi Papua Barat akan menghasilkan suatu keistimewaan. Bila Perppu ini benar-benar diterbitkan pemerintah, maka Papua Barat akan menjadi suatu provinsi yang istimewa. Keistimewaannya adalah tidak seperti provinsi lain dia akan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang didirikan bukan atas dasar undang-undang melainkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang diterima rakyat Indonesia, khususnya di Tanah Papua, adalah bahwa suatu provinsi baru dapat didirikan oleh Pemerintah Pusat, bila perlu dengan paksaan, sekalipun tanpa mempersiapkan terlebih dulu landasan hukumnya. Pembuatan undang-undang tidak lagi menjadi syarat mutlak, sebab suatu provinsi dapat juga didirikan atas dasar Perppu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan Sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan yang diberikan kepada Provinsi Papua Barat akan membawa konsekuensi lebih lanjut. Sekalipun Presiden mengumumkan moratorium pembentukan provinsi-provinsi baru, namun Perppu tentang Provinsi Papua Barat akan membangkitkan harapan dan memperkokoh semangat dari mereka yang tengah memperjuangkan pembentukan provinsi-provinsi baru di Tanah Papua, dan juga di wilayah lain Indonesia. Mereka tidak perlu repot-repot mengurus landasan hukum dalam bentuk undang-undang untuk mendirikan provinsi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadikan Perppu Papua Barat sebagai model, para pejuang provinsi baru akan berpikir bahwa suatu provinsi baru dapat saja dideklarasikan pendiriannya dan kemudian cukup diperjuangkan Perppu sebagai payung hukumnya. Maka Perppu Provinsi Papua Barat ini akan menambah semangat perjuangan para elite politik dan birokrat di Papua untuk mendirikan provinsi-provinsi baru seperti Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejuang provinsi baru akan menuntut perlakuan yang sama dari Pemerintah Pusat. Kalau Provinsi Papua Barat yang RUU-nya diusulkan oleh DPR dapat dirikan dengan Perppu, maka hal yang sama mesti diterapkan dalam pembentukan provinsi-provinsi baru, seperti yang diusulkan oleh DPR. Kalau tuntutan mereka ditolak, maka Pemerintah Pusat akan dituduh melakukan diskriminasi. Mereka akan bertanya, mengapa pemerintah mengistimewakan warga Indonesia di suatu wilayah dan aspirasi dari warga yang lainnya tidak dihiraukan? Maka, akan ada kemungkinan bahwa semua daerah yang menginginkan provinsi baru dapat saja bergabung bersama untuk menuntut Pemerintah Pusat segera menerbitkan Perppu bagi provinsi yang tengah diperjuangkan pembentukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-5202232009767126335?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/03/bila-perpu-papua-barat-diterbitkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-7614249404846958122</guid><pubDate>Sun, 23 Mar 2008 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:43.139-08:00</atom:updated><title>VICTORY of RESURRECTION</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-Z9ET4E-QI/AAAAAAAAAL0/5xzDG27V_7k/s1600-h/imagesCA6ARQ30.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180965934344763650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-Z9ET4E-QI/AAAAAAAAAL0/5xzDG27V_7k/s320/imagesCA6ARQ30.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Subuh ini aku ndak sanggup berangkat mengikuti kebaktian padang Hari Kebangkitan Yesus Kristus karena badanku berat. Sekali lagi pada perayaan gerejawi ini aku betul-betul menyendiri....dan aku merasa bahwa kebangkitan Kristus merupakan sebuah bentuk kemenangan iman yang hingga hari ini tidak dapat dihapus dari catatan sejarah...namun yang paling berharga adalah bahwa peristiwa luar biasa ini tidak dapat dihapus dari nurani setiap manusia di muka bumi ini...entah para pengikut Yesus yang sebagian besar adalah perempuan maupun para simpatisan....bahkan mempersoalkan setiap nurani penentangNya.....inilah yang disebut KEMENANGAN PASKAH.....menduduki setiap nurani manusia dan orang merasa menjadi manusia secara besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-7614249404846958122?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/03/victory-of-resurrection.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-Z9ET4E-QI/AAAAAAAAAL0/5xzDG27V_7k/s72-c/imagesCA6ARQ30.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-4259247050622467849</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 05:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-21T22:54:27.809-07:00</atom:updated><title>World Council of Churches calls for UN fact finding mission to Papua</title><description>&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"The silent violation of the rights of the indigenous people of Papua needs the attention of the [UN] Human Rights Council," says the WCC statement.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Papuans still are subject to torture, ill-treatment, arbitrary arrests and unfair trials by the Indonesian authorities, " said the World Council of Churches (WCC) programme executive for human rights, Christina Papazoglou in a 14 March oral intervention before the United Nations Human Rights Council, which is currently holding its seventh session in Geneva. On behalf of the WCC, Papazoglou asked for a fact-finding mission to be sent to the Indonesian province of Papua, one of the word's richest in terms of natural resources, in order to raise the international awareness of the indigenous population's poor living conditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Statement on the human rights situation in the province of Papua, Indonesia&lt;br /&gt;WORLD COUNCIL OF CHURCHES&lt;br /&gt;SUBMISSION TO THE UN HUMAN RIGHTS COUNCIL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ORAL INTERVENTION ON ITEM 4, General Debate&lt;br /&gt;THE HUMAN RIGHTS SITUATION IN THE PROVINCE OF PAPUA, INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mr. President&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;On behalf of the World Council of Churches, we would like to draw your attention to the human rights violations in Indonesia’s Province of Papua. Obviously, Indonesia experienced a democratization process which has altered the political and jurisdictional scenery in many positive ways. We particularly welcome the ratification of the major international human rights instruments by the Government of Indonesia.&lt;br /&gt;However, the fate of the indigenous people of Papua is hardly known to the international community, despite the fact that the Province of Papua is one of the richest region of the world in terms of natural resources. The people of Papua however have never benefited from this richness and rather suffered from the inappropriate implementation of their economic, social and cultural rights. The Province of Papua shows the second lowest Human Development Index (2004-2006) in Indonesia, with the lowest level of adult literacy and the highest infant and maternal mortality rates in the country. The Special Autonomy Law from 2001 which aims at strengthening the economic, social and cultural rights of Papuans has not been properly implemented and Papuans remain marginalized.&lt;br /&gt;Papuans still are subject to torture, ill-treatment, arbitrary arrests and unfair trials by the Indonesian authorities; as Manfred Nowak in relation to torture and ill-treatment recently revealed in his report to HRC. In addition: On 18 October 2007, the lawyer’s assistant and human rights worker Iwanggin Sabar Olif (43) was arrested in Jayapura by members of the Anti-Terror Special Force Unit of the National Police (Detachment 88) without a warrant arrest. Iwanggin Sabar Olif is accused of sending a short-message (SMS) which insults the Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono. We ask: Is it a mere incident, that the arrest and trial is conducted exclusively against an assistant lawyer and human rights activist? According to our understanding, the case of Iwanggin Sabar Olif reveals a pattern of arbitrary and disproportional arrest by members of Indonesian’s Anti-Terror Unit.&lt;br /&gt;The right of an independent and fair trial is repeatedly violated in Papua. In the court trial against 23 men allegedly charged for their involvement in the Abepura riots of March 2006, violations are reported against the presumption of innocence, the use of coerced confessions by the Panel of Judges and a climate of fear due to the presence of armed police officers and members of the intelligence services. Contrary to that, until now only one case (Abepura 2000) of crimes against humanity in Papua was brought to the National Human Rights Court in Makassar. The suspects of this case, two senior police officers, who faced command responsibility charges for the killing of 3 Papuan students and the torture of around 100 others, were acquitted. It is unfortunately not the only case of impunity to be attributed to the Indonesian government and its security forces in Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mr. President,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;there are reasons to conclude that the mentioned concerns on human rights relates to the ongoing militarization of Papua, particular of the highlands and the Southern part of Papua. According to our information, indigenous Papuans, who are critical towards the Indonesian security forces demanding the protection of their rights, are frequently stigmatized of being separatists and, thus, are subject to intimidation and harassment, as the case of the community of Waris, Keerom Regency, and its Pastor John Jongga (48) shows. On 22 August 2007, Kopassus Commander Letty Usman allegedly threatened to kill the priest and bury him in a 700-metre deep gorge without being held accountable.&lt;br /&gt;This pattern of intimidation is translated also into racial discrimination towards the indigenous people of Papua. The National Commission on Human Rights (Komnas HAM) in Jakarta reports several statements by members of security forces towards Papuan students related to the Abepura Case 2000 which are grave insults based on the Melanesian origin of Papuans. But when the government should protect the fundamental rights of indigenous Papuans, we face a policy as the Presidential Instruction No. 26 of 1998 which bans the use of the term “indigenous” in all official documents denying the cultural identity.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mr. President,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;The silent violation of the rights of the indigenous people of Papua, obviously, needs the attention of the Human Rights Council. But: The access to Papua for outside human rights workers, journalists and even diplomats is restricted leading to a lack of accurate exchange of data about the human rights situation in Indonesia’s eastern Province. Therefore, the World Council of Churches asks the Human Rights Council to send a fact-finding mission to the Province of Papua in order to assess particularly the right to health and education. We further ask for a visit of the Special Rapporteur on the Independence of Judges and lawyers, the Special Rapporteur on the right to food, the Working Group on arbitrary detention, and the Special Rapporteur on the situation of human rights and fundamental freedoms of Indigenous People.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Thank you, Mr. President&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-4259247050622467849?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/03/world-council-of-churches-calls-for-un.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-6229937618837227668</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 04:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:43.330-08:00</atom:updated><title>"The Passion of Christ"</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-SSYz4E-PI/AAAAAAAAALs/G0yR_uK2h2E/s1600-h/CAMR85AN.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180426426322843890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-SSYz4E-PI/AAAAAAAAALs/G0yR_uK2h2E/s320/CAMR85AN.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyaksikan film "The Passion of Christ" di Trans TV, Jumat 21 Maret 2008, membuat argumentasiku tentang IMPUNITAS dipertegas. Ketika kelompok agama mengatasnamakan hukum apodiktik untuk melegitimasi kebenaran absurdnya di muka bumi ini. Hukum cambuk sebanyak 40 kali (pada Yesus dikurangi 1 kali karena sudah hampir mati) terhadap ajaran yang dianggap SESAT. Film yang berdurasi 2 jam tanpa jeda iklan ini benar-benar menampilkan bentuk penyiksaan zaman Yesus yang betul-betul ditampilkan dengan sebenarnya tanpa mengurangi detil penyiksaan dan penderitaan luar biasa Yesus, dan para pengikutNya Maria ibuNya,Maria Magdalena, Yohanes,Veronika dan yang membantu mikul salib Simon dari Kirene, bila dibandingkan ceritera-ceritera Injil Sinoptik. Dengan melengkapi ceritera dari kitab-kitab Deuterokanonika dan Catatan Sejarah Hyronimus, benar-benar kita diperhadapkan dengan hukum cambuk keagamaan yang sangat primitif itu.&lt;br /&gt;Maka adalah benar bahwa Credo Kristiani itu bagiku bukanlah sekedar PENGAKUAN IMAN tetapi merupakan formulir pengadilan iman bagi SANHEDRIN, Imam Besar Kayaphas, dan si Pengecut Pontius Pilatus.........lalu bagaimana dengan hukum bernuansa apodiktik ini diterapkan di Indonesia???????? maka negara kita menjadi PRIMITIIIIIIFFF.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-6229937618837227668?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/03/passion-of-christ.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-SSYz4E-PI/AAAAAAAAALs/G0yR_uK2h2E/s72-c/CAMR85AN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7907686528071274167.post-8454704356203295298</guid><pubDate>Fri, 21 Mar 2008 01:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T03:14:43.459-08:00</atom:updated><title>THIS GOOD FRIDAY:"IMPUNITAS"???!!</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-MUYj4E-NI/AAAAAAAAALI/F_kpU-vVVXI/s1600-h/images%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180006408586066130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-MUYj4E-NI/AAAAAAAAALI/F_kpU-vVVXI/s320/images%5B5%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jumat Agung yang cerah ini, aku merenungkan tentang satu kata "IMPUNITAS" atau kekebalan hukum.Bahwa pada waktu peristiwa Penyaliban Yesus, mereka yang berkuasa, dengan bangganya mempermainkan kekuasaan untuk menutup sebuah kebenaran demi kedudukan dan kemapanan, yang sampai dengan hari ini selalu menang. Namun beyond impunitas ada satu yang tidak bisa dikalahkan yakni "SPIRITUALITAS" yang kini mengkristal menjadi keyakinan kristiani. Spiritualitas itu telah melahirkan Pengakuan Iman atau CREDO tentang peristiwa pelanggaran hukum besar penting di bumi ini yang selalu diucapkan berabad-abad dalam pengakuan iman, seolah menjadi sebuah adagium pengadilan hati nurani bagi para keturunan Dewan Sanhedrin, Imam Besar Yahudi dan Pontius Pilatus, dan para executor, hingga hari ini. Melampaui semua akal manusia....kita percaya bahwa inilah tanda KASIH YAHWEH yang telah mengorbankan AnakNya YANG TUNGGAL, agar siapa yang percaya Akan meperoleh keselamatan.......sebuah ungkapan yang hanya bisa diimani dengan kepercayaan penuh...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi mereka yang tidak paham dan selalu memakai logika akan mengatakan bahwa iman macam ini adalah konyol, karena ikut melegitimasi IMPUNITAS......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7907686528071274167-8454704356203295298?l=bakunase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bakunase.blogspot.com/2008/03/this-good-fridayimpunitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Ziarah Hidup)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vAV7whEYOz4/R-MUYj4E-NI/AAAAAAAAALI/F_kpU-vVVXI/s72-c/images%5B5%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>